Rabu, 29 April 2009

REACTIVE DISTILLATION

Reactive Distillation adalah implementasi dari reaksi kimia dan distilasi secara simultan dalam proses counter-current.Dalam distilasi ini digunakan reactor kimia still (memisahkan campuran cairan miscible dan immiscible dengan pemanasan selektif dan kemudian mendinginkannya dengan mengondensasikan vapor.Dalam hal ini,proses tidak membutuhkan tahapan pemisahan distilasi, yang menyimpan energy dan material.

Ditemukan pada tahun 1921,namun baru diterapkan pada dunia perindustrian pada tahun 1980-an,sesudah dilakukan penelitian dari berbagai aspek,antara lain :

  • Modeling dan simulasi

  • Sintesis proses

  • Hardware desain kolom, dinamika non-linear dan progress control

Teknik ini digunakan khusus untuk proses yang dibatasi kesetimbangan, seperti esterifikasi dan hidrolisis ester. Oleh karena itu, konversi dapat ditingkatkan dengan konsep pergeseran kesetimbangan (ingat asas Le Chatelier), yaitu memisahkan dengan segera produk yang terbentuk dari zona reaktif.

KONSEP

Reactive distillation biasanya dilakukan pada reksi fase cair reversibel

Reaksi reversible adalah sebagai berikut :

Pada reaksi reversible,titik kesetimbangan bergeser ke kiri ketika produk sudah terbentuk :

Namun,jika satu atau lebih produk diambil,maka kesetimbangan akan cenderung bergeser ke kanan (produk lebih banyak terbentuk (Prinsip Le Chatelier) :


Pengambilan satu atau lebih produk tersebut merupakan prinsip dari reactive distillation.Campuran yang direaksikan dipanaskan sehingga produk mendidih terlebih dahulu. Maka,perlu adanya control agar reaktan tidak mendidih mendahului produk..

Contohnya, Reactive Distillation dapat digunakan untuk proses penghilangan asam asetat dari air. Asam asetat merupakan produk samping dari beberapa reaksi dan sangat bermanfaat untuk berbagai proses. Derivatif asam asetat biasa digunakan untuk industry makanan, farmasi, bahan peledak, obat-obatan, dan pelarut. Selain itu, bisa juga digunakan untuk pembuatan cuka. Namun, asam asetat dalam air buangan(limbah reaksi) termasuk polutan yang harus dimurnikan atau dihilangkan .

Jenis-jenis Kolom Reactive Distillation:

Figure 1 shows three different modifications which results from the given aspects.


Fig. 1: Different modifications of column internals: a) liquid hold-up on the tray b) liquid hold-up in the downcomer c) liquid hold-up on a separate tray.

Gambar a).A large hold-up on the tray is easily achieved by using high outlet weirs (see Fig. 1a). Pada kolom ini, reaksi dan distilasi berlangsung simultan.

Kerugian konfigurasi dengan kolom seperti ini adalah pressure drop yang tinggi karena tray dan tinggi kolom yang dibutuhkan. Karena hanya sedikit cairan terperangkap di tray (hanya <20%),maka volum umpan yang dibutuhkan 5-10 kali cairan yang direaksikan.

Gambar b).The downcomer.

Lebih practicable, karena pressure drop tidak terlalu besar. Namun, reaksi dan distilasi terpisah, yaitu reaksi berlangsung sebagian besar pada downcomer , sedangkan distilasi hanya berlangsung pada tray. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan kolom dengan banyak tray, sehingga seakan-akan proses reaksi dan distilasi berlangsung secara simultan.

Gambar c) tipe ini merupakan modifikasi dari aplikasi rangkaian tray untuk reaksi dan itray iuntuk distilasi. Kolom jenis ini sangat fleksibel untuk proses dengan bermacam-macam katalis karena mudah ditangani..

Investigasi dengan modifikasi tipe kolom tray reaktif diperlukan untuk peningkatan efisiensi, baik dari segi kontinuitas reaksi dan distilasi, maupun kualitas dan kuantitas distilat.Usaha ini dilakukan dengan pendekatan eksperimental yang sistematik berdasar pengetahuan. Untuk mengetahui efektivitas dan aplikabilitas optimal tergantung dari kinetika reaksi.

KELEBIHAN

  • Biaya operasi dan investasi yang lebih terjangkau karena konfigurasi alat lebih sedikit dan konsumsi energy yang lebih sedikit pula.

  • large hold-up, i.e. long residence time

  • flexible distribution of the hold-up

  • applicability of homogeneous and heterogeneous catalysts

  • easy replacement of catalyst

  • simple scale-up from laboratory to industrial column

  • Less waste and fewer byproducts

  • Improved product quality– reducing opportunity for degradation because of less heat

KEKURANGAN

  • KONDISI TIDAK OPTIMAL, karena desain kolom merupakan kombinasi dari reactor kimia dan kolom distilasi

  • Proses introduksi ke operator lebih sulit karena dibutuhkan pemahaman interaksi vapor-liquid yang kompleks, kecepatan transfer massa dan difusi, dan kinetika kimia


REFERENSI
Informasi lebih lengkap dapat dilihat dari sumber-sumber berikut:
  • wikipedia encyclopedy
  • www.engin.umich.edu
  • Agreda V.H., L.R. Partin and W.H. Heise (1990). Chemical Engineering Progress 40, 40-46.

  • Al-Arfaj M. and W.L. Luyben (2000). Industrial and Engineering Chemistry Research 39, 3298-3307.

  • Almeida-Rivera C.P., (2005) Designing reactive distillation processes with improved efficiency, PhD Thesis, Technical University of Delft.

  • Almeida-Rivera C.P., Swinkels P.L.J and J. Grievink, (2004), Designing reactive distillation processes: Present and future, Computers and chemical engineering, 28, (10), pp. 1997-2020

  • Brooke A., D. Kendrick, A. Meeraus, R. Raman 2004, GAMS: A Userxs guide.

  • Doherty M. and M.F. Malone (2001). Conceptual design of distillation systems. McGraw-Hill, USA.

  • Domancich A.O., A.C. Olivera, N.B. Brignole, P.M. Hoch. 2006, “Performance analysis of reactive distillation columns: adjustment of reactive and non-reactive stages”, Proceedings of the XXII Interamerican Congress of Chemical Engineering. ISSN 1850 3535.

  • Jacobs R. and R. Krishna (1993). Multiple solutions in reactive distillation for methyl tert-butyl-ether synthesis. Industrial and Engineering Chemistry Research 32 (8), 1706-1709.

  • Stankiewickz, A., (2003), Reactive separations for process intensification: An Industrial Perspective, Chemical Engineering and Processing, 42, pp. 137-144.

  • Taylor R. and Krishna R, (2000), Modelling reactive distillation, Chemical Engineering Science 55, pp. 5183, 5529.

20 komentar:

  1. ehm,,pertama ni,

    yas, reactive distillation tuh g qt pelajarin d OPB y??
    itu tuh intinya cuma distilasi biasa tapi ada reaksi kimiany atau gmn??

    BalasHapus
  2. pokoknya reactive distillation tu salah satu jenis distilasi. kan kita gy blajar dasarnya ntu,
    menurutku kita gy dapet di mata kuliah lanjut..

    Intinya produk yang uda terbentuk langsung diambil,so kesetimbangan tetap ke kanan. Asas le Chatelier tu loh yap,,
    masalah teknisnya aku juga lum terlalu ngerti,,^^

    BalasHapus
  3. keren...
    niat banget buatnya,sampe2 daftar pustakanya byk bgt hehehehe
    smangat..

    BalasHapus
  4. ohhh jadi ada modifikasi yah di menara distilasinya untuk mendapat kualitas dan biaya operasi lebih baik

    hmmmm..ya ya ya
    (sok2an ngerti,dasarnya ada belom paham - -" )

    BalasHapus
  5. emang bedanya reaktor kimia sama kolom distilasi apaan yas???
    --a

    BalasHapus
  6. Intinya kalo kita mw bisa merancang reaktor ato menara distilasi qita haruz jago OPB sama OPMP ya yas?
    itu foto plg atas fotonya sapa? Jelek tau yas. he

    BalasHapus
  7. wah yas,, bner2 menerapkan ilmu OPB ya...

    BalasHapus
  8. itu..ada syarat khusus g Yas,,,kapn sebaiknya qt pake reactive distillation....?

    BalasHapus
  9. terus bedanya ekstraktif distilasi sama reaktif distilasi apa??

    udah mulai familiar dengan istilah distilasi neh!!
    halah.gaya!!

    BalasHapus
  10. ummmm....

    yas, tolong dong dijelaskan lebih lanjut dengan bahasa pribumi...

    huhuhu...
    nggak mudeng!

    ato gara2 bacanya sambil ngantuk2 ya?
    --'

    BalasHapus
  11. Referansinya banyak ya???
    Dah melebihi referansi di laporan praktikum ku...
    he3...
    Temanya juga ngena banget ke OPB.
    Taon depan jadi grader OPB ya?? ^O^

    BalasHapus
  12. OPB Beut...
    Setdah, berat kata-katanya....
    Tapi lumayan ngarti...

    BalasHapus
  13. penjelasan yang bagus dan baik.
    destilasi reaktif emang susah kayaknya..

    BalasHapus
  14. distilasi rektif mungkin dilakukan di praktikum kita ga, yas?

    kayaknya seru juga dicoba

    BalasHapus
  15. wah Artkelnya bagus Yas..
    banyak namabah wawasan ni mengenai distilasi.

    thanx ya Yas..
    Kamu punya bakat spertinya..

    JAngan jemu2 buat ngepost artikel lagi ya.
    Oya daripada kawin mendingan ngepost artikel aja.OK
    peace..

    Andy(07/256837/tk/33409)

    BalasHapus
  16. makasih wat temen2 yang uda ngasih komen.
    mm,kucoba feedback satu2 ya?

    BalasHapus
  17. agung : begitulah gung,,hehe^^

    tisa : menurutku,kolom distilasi tu khusus wat distilasi aja ato tempat terjadinya distilasi.
    sedangkan reaktor kimia tempat terjadinya reksi kimia.Di reaktif distilation ini,kolom distilasinya di-jogres ama reaktor kimia,yaitu memisahkan produk yang diinginkan langsung stelah direaksikan.
    Moga membantu,,^^

    yayat : mm,ga cuman distilasi yat,menurutku semua proses butuh disiplin ilmu itu deh kayak absorpsi,humidifikasi, bahkan ngrancang jembatan untuk periode waktu tertentu tu butuh ilmu ni deh,,
    hehe

    BalasHapus
  18. dedy : ga juga ded,kebetulan aja nemu artikel ini^^

    revi : Jadi proses ini bisa dilakukan ketika kita ingin mendapatkan produk pemisahan yang juga merupakan produk suatu reaksi, misal esterifkasi atau hidrolisis ester. Berdasar asas Le chatelier, maka kombinasi rektor kimia n kolom distilasi pun bisa diterapkan rev,

    ayu dwi : mm,ga pengen sotoy niy,,,gmana kalu tanya pak suryo aja yu?
    biar lebih bener?
    hehe

    BalasHapus
  19. Inga : wah,kita bercakap langsung aja ing.gmana? hehe

    ivana.bram,arsup : hehehe, gataw juga, bis emang tugas OPB siy, jadi kepikirannya itu,,
    hehehe

    marisca : wah,mungkin banget marisca, tapi yang susah n ribet tu kontrolnya,
    takutnya kenapa2 lagi ntar gara2 kita lum tlalu paham..^^

    andy : weeh, kok malah bahas kawin???
    hahaha

    BalasHapus
  20. bu ketua,, referensimu banyak beeetthh..

    keliatan niat banget ngerjain artikelnya.. hehehe...

    BalasHapus